"You're preachin' too much, an' nobody's listenin'."- Harry Rex Vonner

Sunday, December 18, 2011

hambar.

ini saja yang boleh gambarkan pemikiran aku sekarang, serabut.


Lama gila tak menulis dalam bentuk entri blog. Sekarang ni microblogging sahaja, dalam Facebook dan Twitter. Aku rasa nak menulis bila baca entri Juna di sini -  http://heykamoo.blogspot.com/2011/11/anak-muda-kelas-ketiga.html


Aku rasa bosan dan tersekat dalam satu pusingan. Bangun, mandi, Subuh, bawa motor pinjam pergi kerja, makan lunch, Zuhur, sambung kerja, Asar, bawa motor balik kerja, Maghrib, makan malam, Isyak, tidur.


Awal bulan cucuk duit, tengah bulan dah kena ikat perut. Hutang orang, student loans, bayar sewa, beri pada orang tertentu. Makan nasi lauk telur hari-hari, isi minyak motor RM3 dan bawa seperlahan mungkin untuk tahan dua hari dalam sekali isi. Kadang-kadang stress sampai rambut gugur, gigit kuku sampai berdarah, buat kerja pun tersilap itu-ini dan kena marah dengan boss, tambah stress lagi. True story.


Kalau orang ada sijil, diploma, dan ijazah yang bekerja, gaji besar sikit je dari taraf SPM, tapi perlu bayar hutang pinjaman. Orang ada SPM, gaji kecil, tapi tak ada hutang.


At the end of the day, bukan sama je ke?


Ya, mungkin dari segi ilmu, tak sama. Tapi dari apa yang aku lalui sekarang, hidup ini memang satu pertarungan untuk mencari duit. Tak kisah apa kau belajar dulu, kadang-kadang kerja kau tak berkait langsung dengan bidang sijil kau.


Orang belajar Kejuruteraan Kimia pun jadi kuli batak, kerja pakai kemeja-T dan seluar jeans, bukan kerja dalam lab, pakai tali leher, seluar slacks, seperti yang diharapkan. Macam aku.


Tapi aku tak kisah semua tu. Syukur masih ada pekerjaan dan ruang untuk cari rezeki halal, dalam keadaan ekonomi macam sekarang. Tapi aku tak suka dipandang rendah. 


"Kau ni kata dua tahun lagi nak kahwin, tapi simpanan pun tak ada, macam mana?"


Terngiang-ngiang ayat tu. Macam kau faham keadaan aku. Tapi kita masih muda, ada kudrat untuk bekerja. Boleh rasa bangga guna duit hasil titik peluh sendiri. Tak perlu bergantung hidup dengan mak-bapak, boleh beri wang, walau sedikit mana pun, pada mereka tiap-tiap bulan. Alhamdulillah.


Selagi masih bernafas, hidup yang perit ini perlu diteruskan. Walau aku jauh dengan keluarga, walau aku jauh dengan rakan-rakan dan si dia, walau aku rasa sunyi dan bosan, sebab aku rasa aku hanya ada diri aku dan kerja aku sahaja sekarang. Aku tak ada mak-bapak yang hidup senang, tak ada tanah berelung-relung, tak ada "orang dalam" dalam mana-mana agensi.


Mungkin esok ada sinar baru. We can't know what God have in store for us in the future. But God won't change our lives until we start changing it ourselves. 


Alhamdulillah, terima kasih Tuhan kerana aku masih bernyawa, masih punya kuasa tenaga. Kerja, ibadah, ilmu. Tak berada dalam zon selesa inilah jadi aku punya drive sekarang. Supaya aku tak malas kerja, tak putus asa, tahan kena maki dan kutuk-cela cakap belakang. Walau kadang-kala semangat dan iman aku turun-naik dan rasa macam tak mahu teruskan semua ini lagi. Tapi tidak meminta-minta dan tidak disuap itu adalah sangat mulia, aku rela susah, asalkan aku dapat suap diri sendiri.


cakap-cakap orang tu, jangan dihiraukan sangat. 

Wednesday, July 06, 2011

terkilan.















A blog entry written after a looooooong absence from blogging. Yeah, I'm kinda terkilan right now. Because of what life throws at me.


After some serious contemplation, I decided to quit my degree studies due to some problems (mostly monetary). I have to leave everything behind. But then again, Chemical Engineering's not really my forte. Even though I obtained my Diploma in this field, it's not without it's difficulties. This was not an easy decision to make.


But everything in life has it's own set challenges. Life works out weird sometimes. Come to think of it, what I'm really good at is... the English language (okay ini dah mula masuk bakul angkat sendiri, ppffftt). Perhaps I'll take a degree related to my field of expertise. Even if the loooong road up ahead is filled with difficulties, if you kept at it, eventually you're gonna succeed. "Berhenti berjalan tak bermaksud kita tak kedepan" - Quoted from my friend Encik Matematis Muda (which is older than me but still fancies the 'Muda' title. Ha!)


But I'll have to put that on hold first. What's important right now is to work and make some money. I need it, my family needs it. You might have read in the previous posts that I don't have a license and don't even know how to drive, don't own a car or a motorcycle or any mode of transportation. Normally these are the first things that comes to mind once you've graduated high school, but I'm not normal now, am I? So that's pretty high up on my to-do list right now.


Now, I am greatly saddened by the fact that I'm not able to complete my degree program. While others are happily going through it and would graduate with better job prospects, I'm stuck with a diploma. But believe me, I still want to study. People always say "dah kerja, dah seronok pegang duit, mesti ko tak nak belajar lagi wehhh". That may be true. But I KNOW I'll never forgive myself if I don't have a degree. Maybe someday..


Please pray for me friends. The future is uncertain at the moment. Now, I need to go job-hunting. As you might know, jobs are pretty scarce in the current state of the economy. It's harder to find when your only qualification is a diploma. But God knows what's best for me, you, and everybody else. Every cloud has a silver lining. So don't go blaming God/Jupiter/the Universe/Buddha/Flying Spaghetti Monster/Jah/Shiva/any deity you fancy for the bad things that happened to you. It happened for a reason that you might not be able to fathom right now, but probably will after conquering the hardships life throws at you. Actions have consequences, man.


Here's to living life, and conquering hardships along the way. Wish me luck!

Tuesday, May 17, 2011

a dish served cold.

#1 - conflict
this smear campaign results in chagrin
all of this hate that you brought
comes from inside you

your words,
your actions,
it strangles this existence.


#2 - retribution
look at what you've done
you've gone too far
your lies have caught up with your drama


#3 - aftermath
serves you right.
now the past will haunt (you)
to always be ignored,
you'll walk this path alone.




link.

Sunday, February 13, 2011

bangun.



















Macam-macam persoalan timbul bila kau dapat sesuatu yang baru.




"betul ke apa yang aku buat ni?"


"macam mana kalau kejadian dulu berulang?"




Kalau terus macam tu, aku tak rasa apa yang kau baru dapat tu akan bertahan lama.




Aku admit, aku sendiri pun masih punya doubts. Cuma aku sedang berusaha nak terima semua tu seadanya. One step at a time. Aku tak mahu banding-bandingkan apa-apa lagi dah between yang baru dan lama. Biarlah masa saja yang tentukan.




Dan aku harap apa yang aku ada sekarang boleh jadikan aku a better person. Mungkin ini satu langkah yang betul, siapa tahu?




Sudahlah. Aku nak mandi. Semoga kita semua akan rasa lebih gembira selepas ini.


image credits: http://www.esquire.com/cm/esquire/images/4-meeting-new-people-102409-lg-44384444.jpg

Saturday, February 12, 2011

masih.

I've been reading a lot of blogs lately. What's strange is how I don't look for info or anecdotes or anything, but to spot grammatical errors. Like, wtf? Am I turning into a Grammar Nazi or what?


Anyways, I haven't been updating this blog for weeks now. But that doesn't mean I've stopped writing. No siree.


I'm writing somewhere else. Part of my assignment for this term's Technical Communications subject is to publish a blog. You can read it here. I'm sorry if the entries there are lame or whatever. The posts were predetermined by my lecturers. So, no time for personal 'blogging'.


So that's that. Later, peeps.